Setelah sukses dengan Red Dead Redemption yang dirilis pada tahun 2010, pada 26 oktober 2018 lalu game red dead redemption 2 dirilis. Serial game red dead redemption memang tidak setenar game Grand Theft Auto (GTA) yang dikenal hampir seluruh pecinta game. Namun, RDR juga merupakan game besutan Rockstar yang cukup populer di dunia.

RDR 2 merupakan game yang bertema dunia koboi di wilayah barat yang bergenre aksi dan petualangan. RDR 2 mengusung konsep game open world seperti pendahulunya. Pemain akan disajikan dengan game yang membebaskan mereka untuk menjelajah atau mengikuti misi yang disediakan sekaligus menikmati alur cerita yang menarik.

Rockstar berusaha keras memberikan pengalaman bermain yang luar biasa dari game ini. Rockstar membuat fitur dimana pemain bisa berinteraksi dengan semua NPC dengan respon yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, Rockstar juga membekali seluruh hewan dalam game dengan AI sehingga bisa merespon secara dinamis. Anda juga bisa menjinakan kuda dengan berbuat baik kepada mereka.

Konsep Cerita Game Red Dead Redemption

Meskipun dari segi penamaan game merupakan kelanjutan dari Red Dead Redemption, game yang dirilis Rockstar pada bulan Oktober tahun lalu tersebut memiliki alur yang berbeda dari pendahulunya. Red dead redemption 2 dibintangi oleh 23 karakter yang memiliki khas masing-masing. Anda akan memainkan Arthur Morgan, seorang outlaw sekaligus anggota gang Van Der Linde yang dipimpin Dutch.

Cerita berlatar belakang pada tahun 1899, 12 tahun dari RDR 1. Pada saat itu, gang Van Der Linde berada pada kondisi yang kacau, dimana anggota mereka tercerai berai karena misi besar-besaran mereka di Blackwater gagal. Kegagalan tersebut membuat sherif dan beberapa pemburu bayaran mengejar para anggota gang Van Der Linde.

Dutch berusaha untuk membangun kembali gang yang di pimpinnya sambil kabur ke tempat yang aman dari berbagai ancaman. Para anggota gang harus mengumpulkan uang untuk membangun gang sekaligus biaya perjalanan mereka dengan melakukan berbagai tindakan kriminal. Untuk menjalankan misinya tersebut, gang Van Der Linde harus bergesekan dengan beberapa gang lainya.

Situasi membuat semakin genting ketika pihak berwajib yang diwakili The Pinkerton, para agent elit untuk memburu anggota gang Van Der Linde. Anda akan dilingkupi dengan berbagai misi menegangkan yang disajikan game Red Dead Redemption 2 dengan alur cerita yang membawa anda berusaha untuk kabur dari kejaran The Pinkerton, mengumpulkan uang, dan anggota gang yang tercecer.

Gugatan Terhadap Alur Cerita

Meskipun merupakan game fiksi, namun Rockstar memasukan tokoh sejarah kedalamnya. Tokoh nyata yang dibawa dalam game RDR 2 ini adalah Pinkerton, sekelompok sherif elite yang dalam konsep cerita memerankan sebagai antagonis yang berupaya menangkap para anggota gang Van Der Linde. Meskipun berperan sebagai sheriff, tapi pinkerton pada game ini digambarkan sebagai sosok yang jahat.

Tidak terima dengan hal itu, Pinkerton Consulting & Investigation, sebuah badan konsultasi dan investigasi tidak terima karena Rockstar tidak meminta ijin untuk menggunakan merk mereka dalam game. Menurut mereka, penggambaran karakter Pinkerton pada cerita tersebut bisa membuat citra mereka menjadi buruk, dan tidak sesuai dengan kenyataanya.

Gugatan hukum tersebut berubah menjadi drama yang menarik ketika Rockstar sebagai pihak yang dituntut justru melakukan tuntutan balik lewat pengadilan federal. Untungnya, pada bulan April 2019 Pinkerton Consulting & Investigation menarik gugatan mereka. Aksi tersebut menyudahi sengketa dan saling gugat diantara kedua belah pihak akan game red dead redemption 2.